Kutipan kata-kata by Darwis Tere Liye

Berikut adalah kutipan kata-kata dari Darwis Tere Liye
yang diposting pada akun resminnya , yang beralamat ini :https://www.facebook.com/darwistereliye?ref=ts&fref=ts

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang.

Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.””
==================================================================
perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan.”
==================================================================
Kadang kita memikirkan seseorang, menunggu reply sms, komen atau membaca postingan kita, menanti dia online, dsbgnya. Tapi nyatanya seseorang itu justeru sedang asyik dgn orang lainnya lagi.

Jadi lebih baik sibukkan diri memikirkan dan mengerjakan hal lain. Apalagi weekend gini, mending bantuin pekerjaan orang tua di rumah. Ngepel, nyuci, nyikat kamar mandi, benerin genteng, dsbgnya.
==================================================================
“Buat apa kau memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, buat apa kau mencemaskan apa yang akan dinilai
orang lain”
===================================================================
*Sahabat baik

Sahabat baik seperti belajar naik sepeda
Walaupun lama tak bersua,
Jarak dan waktu memisahkan,
Saat bertemu kembali, tetap sama
Mungkin sedikit kaku di awalnya, tapi sama menyenangkan

Sahabat baik laksana lukisan bersejarah
Walaupun muncul teman baru
Tempat baru, sekolah baru, pekerjaan baru
Selalu ada tempat meletakkan lukisan tersebut
Di ruangan terbaik, dan semakin bernilai
Di antara benda-benda istimewa lainnya

Sahabat baik seperti hujan
Yang menyiram lembut tanah gersang nan tandus
Agar tumbuh benih-benih manfaat
Besok lusa tinggi menjulang karena kepedulian
Selalu begitu, tak pernah berhenti

Aduhai,
Sahabat baik bagai weker, dia mengingatkan
Sahabat baik bagai helm, dia melindungi
Pun bagai sapu lidi, tiada guna sapunya kalau hanya sehelai lidi
Sahabat baik adalah segalanya

Dan tentu saja
Dia lebih istimewa dibanding HP, laptop, gagdet kita
Yang pasti dibuang saat rusak atau ketinggalan jaman
Sahabat baik selalu sebaliknya: semakin lama, semakin istimewa
Selalu spesial.
=============================================================
“Jika calon suami, calon istri kalian tidak shalat, lebih baik pikirkan sepuluh kali sebelum melanjutkan menikah. Saya tahu, orang boleh jadi berubah, tapi biarkan saja dia berubah dulu sebelum menikah, membuktikan rajin shalat dulu secara konsisten dan nyata baru melanjutkan rencana. Bukan sebaliknya, menikah menerima apa-adanya. Penting sekali soal shalat ini. Mau dia ganteng/cantik pol kayak anggota boyband/girlband, mau dia baik maksimal seperti poh si kungfu panda, mau jenius tujuh turunan, pastikan soal shalatnya.”
=============================================================
“Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri. Ia tak kuasa lagi membedakan mana yang benar-benar nyata, mana yang hasil kreasi hatinya yang sedang memendam rindu. Kejadian-kejadian kecil, cukup sudah untuk membuatnya senang. Merasa seolah-olah itu kabar baik. Padahal, saat ia tahu kalau itu hanya bualan perasaannya, maka saat itulah hatinya akan hancur berkeping-keping. Patah hati! Menuduh seseorang itu mempermainkan dirinya. Lah, siapa yang mempermainkan siapa, coba?”
============================================================
Jadilah orang2 yang ketika tiba waktunya, bisa mengatakan:

“Aku mencintaimu bahkan sebelum kita bertemu.” dan kita menerima jawabannya, “Aku bertahun2 mencarimu bahkan sebelum aku tahu apa yang kucari.”

Dan semua orang mengucapkan selamat berbahagia, menempuh hidup baru, semoga langgeng sampai aki-nini
============================================================
“Sendiri bukan berarti tidak bahagia.
Bersama juga bisa berarti kesedihan. Momen, tempat, orang, dan caranyalah yang menentukan. Bukan sekadar soal sendiri atau bersamanya.”
============================================================
“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.
Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.
===========================================================
“Hati manusia itu dalam situasi tertentu menyerupai ‘museum’. Menyimpan banyak kenangan. Museum yg baik, menata artefak bersejarah dan pentingnya dengan tepat. Memilah2 mana yg masih perlu diletakkan di tempat prioritas, mana yg dibuang di gudang. Sedangkan museum yg tidak sehat, masih saja menyimpan kenangan yg boleh jadi mengganggu diri sendiri justeru di lobby depan museum, tempat terpenting.”
===========================================================
“Bagi seorang perempuan, jika terpaksa harus memilih, maka lebih baik hidup bersama seseorang yang mencintai kita; dibandingkan dengan seseorang yang kita cintai tapi dia tidak mencintai kita.”
===========================================================
Jangan terbiasa menyalahkan orang lain atas kegagalan dan kesumpekan hidup kita. Menyenangkan melakukannya, memang, bisa menghibur hati. Tapi itu tiada bermanfaat, pun tiada membuat situasi jadi lebih baik.
===========================================================
Beruntunglah wanita2 yang tetap cantik hingga masa tuanya, meskipun kulitnya keriput, wajahnya berkerut, rambut menguban, dan tanda-tanda tua lainnya telah datang, tapi mereka tetap cantik.

Beruntunglah mereka, aduhai, bahkan semakin cantik saja, menyenangkan berada di dekatnya, menyenangkan menatap wajahnya, mendengarkan suaranya, nasehatnya.

Karena kecantikannya itu telah pindah, pindah ke dalam hatinya.

Pun sama untuk laki-laki, semakin tua, semakin tampan saja. Begitu menenteramkan, begitu melegakan menatapnya. Karena ketampanan itu mekar tak terbilang: di dalam hatinya.
===========================================================
Berdiri bertahan di atas pondasi rapuh, hanya membuat situasi kita semakin terperosok dalam. Terus semakin dalam, hingga kita tidak bisa kemana-mana lagi.

Segeralah hijrah, tinggalkan, bergerak ke tempat yang baik. Karena begitulah hakikat manusia, terus memperbaiki diri.
===========================================================
Cinta bukan argumen. Sama sekali bukan.

Bukan pembenaran untuk disakiti terus menerus. Bukan pula argumen untuk merusak diri sendiri. Membuat bego diri sendiri.
===========================================================
Ketika seseorang membuat kita menunggu, itu berarti ada hal lebih penting yang dia urus dibandingkan kita.

Selalu begitu.

Karena kalau kita memang penting, amat berharga, dia tidak akan pernah membiarkan kita menunggu. Dan sama, ketika kita merasa seseorang itu penting, kita juga tidak akan pernah membiarkan dia menunggu sedikit pun.
==========================================================
“Perasaan sayang yang berlebihan, esok lusa justeru bisa menghasilkan kebencian tak terhingga.

Itulah muaranya jika kita tidak bisa mengendalikan urusan hati.”
==========================================================
Menunggu adalah pekerjaan untuk orang yang memiliki keyakinan.

Bahkan ketika yang ditunggu berkali2 tidak muncul, bahkan ketika situasi berganti menyebalkan, bahkan ketika orang lain sudah mengambil jalan lain, dia tetap yakin.
==========================================================
Bagaimana kita tahu mana teman sejati mana yang palsu?

Mudah. Lihatlah saat kita melakukan kesalahan. Maka orang2 yang tidak mengenal kita menonton tidak peduli, orang2 yang tidak menyukai kita akan menonton sambil bersorak riang, dan orang2 yang membenci kita akan menari kegirangan, bahkan mengucap syukur.

Hanya teman-teman sejati kita yang tetap membesarkan hati, membantu kita agar berubah dan terus memperbaiki diri.
==========================================================
Bagi orang2 yang berakal, ketika sesuatu itu sudah masuk dalam perbuatan kesia-siaan, tidak bermanfaat, mubazir, maka itu sudah cukup sebagai alasan ditinggalkan.

Agama kita menjelaskan hal tersebut. Maka jadikanlah petunjuk dalam hidup ini.
==========================================================
Kalau yang dibilangin cowok, buruan nikah, berani sana ngelamar, maka ngelesnya: tapi ceweknya sendiri nggak siap, gimana dong, bang?

Kalau yg diceramahin ceweknya, disuruh nikah segera, maka ngelesnya: tapi cowoknya penakut, nggak berani, gimana dong, bang?

Jadi sebenarnya ya sama saja. Kalian yg ngeles itulah yang penakut. Kalau yg diajak nggak mau, coret, cari yg lain.
==========================================================
Anak cewek itu harus gesit, tangguh, cekatan, rajin dan sifat yg lebih mendasar lainnya. Kalau cuma imut, lucu, menggemaskan, warna-warni, sy rasa boneka barbie juga punya sifat artifisial seperti itu.

Jadilah anak cewek yang mandiri, punya cita-cita, dan bisa diandalkan.

Diposkan oleh Didiek Hermansyah (didiekhermansyah.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s