The Emotion

Apa itu cita-cita? Pertanyaan yang simple tapi sulit untuk ku jawab. Karena bagiku cita-cita adalah segala hal yang melekat di hidupku. Aku yang terlahir bukan dari keluarga kaya, bangsawan ataupun cendekiawan. Aku hanyalah anak biasa yang hidup dari ketidakadilan, ya setidaknya itu anggapanku dulu saat aku beranjak dewasa. Bagiku hidup adalah perjalanan, jika kita memutuskan untuk berhenti maka hidup kita telah berakhir. Maka dari itu aku berusaha untuk tetap melangkah walau jalan yang kulalui begitu berat – menurut pandanganku – aku percaya tidak ada yang sulit dalam hidup ini jika kita berkeyakinan begitu. Aku bukan hanya ingin menghibur orang yang membaca, tapi lebih kepada nasihat untuk diri sendiri.

Aku kini mulai sadar sesuatu yang kita rasakan adalah dampak dari segala yang kita pikirkan. Pikiran negatif akan membawa sesuatu yang buruk, dan akan merusak keyakinan dan kepercayaan akan adanya anugrah. Aku kini mulai bahagia karena usahaku untuk ikhlas terhadap segala sesuatu yang kuhadapi. Proses ini sangat menakjubkan sehingga aku mulai berfikir bahwa Allah SWT maha pemberi hidayah. Ia memberikan rasa ikhlas yang membuatku sangat bersyukur. Mungkin kini aku belum sepenuhnya menjadi yang baik, tapi setidaknya aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik. Menata kehidupan pribadiku dengan hanya meminta petunjuk-Nya.

Aku terkadang bertanya-tanya adakah hidup orang lain yang lebih susah dariku? Lebih menderita, sengsara atau istilah lain yang menunjukkan ketidakberdayaan. Jawabannya sudah pasti YA, dari tujuh milar orang di dunia pasti masih banyak yang di beri cobaan melebihi aku. Hanya saja mereka pasti mampu menghadapinya, jika dibanding denganku mungkin aku bukalah tandingan yang selevel dengan mereka. Dari situ aku mulai memahami hakikat cobaan hidup. Tak seorangpun yang Allah berikan cobaan melebihi kekuatannya. Semua pasti sudah pas dan sesuai. Tinggal kita sebagai makhluk yang beragama harus selalu meminta petunjuknya serta menerima dan bersyukur atas segala hal yang telah terjadi. Percayalah, pada akhirnya kita akan merasa bahwa Allah SWT sangat menyayangi kita.

Tetaplah menjadi pribadi yang baik, yang menyayangi dan mengasihi sesama. Tidak ada ruginya jika kita mau berbuat baik kepada orang lain. Dan aku yakin semua orang akan ada masanya menjadi dewasa dan menerima, menerima skenario dari Allah SWT, menerima diri sendiri, menerima fakta bahwa kehidupan adalah jembatan untuk kita menuju kehidupan yang lebih hakiki. Tetaplah tersenyum, walau senyum itu ditunjukkan untuk menyemangatimu. tetaplah optimis akan segala kemungkinan yang belum terjadi. Karena setiap individu itu istimewa, diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan yang unik. Jika sekarang kita belum menemukan kebahagiaan, suatu saat akan datang, dan jangan terkejut jika mereka hadir secara tiba-tiba di hidupmu. Tetaplah menjadi tokoh utama di kehidupnmu, jangan biarkan orang lain membuatmu menjadi tokoh antagonis yang menistakan kehidupanmu sendiri. Tulisan ini dibuat hanya ingin memberi semangat pada author, lebih membahagiakan lagi jika pembaca menikmatinya juga. Be happy, keep smile 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s