Rasa yang orang menyebutnya dengan ” Kecewa “

Rasa kecewa

Apa yang mendasari kita kecewa? Tentu karena kita mengharap sesuatu yang kemungkinan besar tidak bisa kita gapai, ya akhirnya kita tidak bisa menerima hasil akhirnya. Kadang secara fisik, lisan kita sudah mengatakan ikhlas, tapi apa yang terjadi pada hati kita? Hati ini terasa bergemuruh, bergejolak, dan berputar tajam, sehingga menimbulkan sebagian ruang di sudut hati kita sakit. Dari perasaan itu , akan timbul berbagai konflik yang tak tertahankan. Sehingga banyak dari ini menyerah sebelum menemukan bendera kemenangan.

Bukan sekali, dua kali manusia merasa kecewa baik pada diri sendiri maupun orang lain. Kadang saya bertanya-tanya, kenapa Tuhan menciptakan rasa ini, adakah makna yang terkandung darinya. Ataukah hanya pelengkap rasa yang Ia ciptakan dihati manusia.

Suatu saat saya merasa sangat kecewa pada saya sendiri. Kekecewaan yang tidak akan bisa terucapkan oleh kata-kata, yang tak mampu ku tuliskan dalam sebait makna. Rasa ini begitu membuatku frustasi, putus asa dan, marah. Ya , aku sangat marah pada diriku sendiri. Betapa bodohnya diri ini, karena terbatasnya ilmu yang di punya bisa menimbulkan dampak yang luar biasa pada masa yang akan datang.

Bertahun-tahun rasa kecewa yang awalnya sedikit, bertambah menjadi setumpukan rasa, yang ku sebut kecewa. Hingga berbulan-bulan sampai bertahun-tahun kucoba mengatasi rasa kecewa yang begitu dahsyatnya menusuk relung hatiku. Suatu ketika , saya mulai menyadari bahwa rasa kecewa yang ku pendam begitu lamanya bisa membuat fisik kita semakin rapuh.mungkin timbul suatu pertanyaan ” Apa hubungannya rasa kecewa dan keadaan fisik?” ya ternyata ada hubungannya. Saat kita kecewa , hati kita yang rapuh mengirim sinyal ke otak , kemudian rasa kecewa juga akan disebarkan keseluruh tubuh oleh otak kita. Yang membuat seluruh tubuh merasakannya juga, tidak selera melakukan semua hal, semua tindakan orang lain di benci, dan seluruh perbuatan baik dianngap hanya basa-basi semata. Asumsi tersebut terus bersarang dihati orang yang kecewa, membuatnya semakin lemah fisik maupun perasaannya.

Hari ini saya mulai sadar , sugesti yang salah, yang negatif, dan yang buruk akan sangat berpengaruh besar terhadap masa depan kita. Maka dari itu , saat kita kecewa marilah kita tata terlebih dulu dan kita saring, seberapa besar rasa kecewa kita. Apakah dilevel terendah ataukah sudah mencapai puncak level tertinggi. Ambillah langkah – langkah yang bijak dalam menghadapi rasa kecewa kita. Tamballah rasa kecewa itu dengan ramuan rasa syukur, dan selalu berprasangka baik pada sang pencipta. Pupuklah rasa syukur itu hingga tumbuh subur pada hati kita. Berilah siraman rohani langkah demi langkah,sedikit demi sedikit hingga ia terbiasa menerima dan menerapkan apa yang diajarka agama pada hati suci itu. Dan yang terakhir percayalah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti akan ada hikmah, sudah ditulis oleh yang Maha Pencipta beratus juta tahun sebelum kita diciptakan. Lalu apa ada yang harus kita salah atas apa yang menimpah kita.

Mungkinmenurut panca indra kita yang terjadi adalah suatu keburukan, akan tetapi bisa jadi itu semua adalah yang terbaik yang Tuhan ciptakan, yang ditakdir supaya pada akhirnya kita akan mendapat syurga-Nya yang terpenting mulailah membiasakan untuk tak memendam rasa kecewa sedikitpun dalam hati kita dan teruslah memperbaiki diri, dan menentukan fokus tujuan dan kebahagiaan yang akan kita capai, bukan pada fokus orang lain. Tapi menurut sudut paandang kita. Allohu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s